
Ketika aku hadir kedunia, katanya ruh-ku ditupkan kedalam gumpalan darah yang kemudian menjadi aku seutuhnya. Tetapi kenapa aku menangis ketika aku dilahirkan kedunia ini, padahal fasilitas di dunia tidak pernah ada dalam rahim ibuku, padahal teman-teman didunia lebih banyak dari pada temanku didalam rahim. Aku kehilangan ingatanku ketika aku belum menjiwai raga ini, tentang keinginanku apakah aku benar-benar ingin terlahir didunia.
Akhir-akhir ini aku sadar kenapa aku menangis ketika aku dilahirkan. Ternyata kehidupankn di dunia ini tidaklah indah, tidaklah enak, tidaklah tentram, tidaklah damai. Ternyata fasilitas dan segala yang ada di dunia ini terkadang membuatku muak. Muak kenapa harus ada dunia yang dapat menjerumuskanku di akhirat nanti, muak kenapa tidak langsung akhirat saja, muak dan muak akan ketidak sehatan hidup di dunia.
Apakaah aku sedang dicoba oleh pencipta dunia ini ??!!??!
Apakah aku terjebak dalam kemelut dan problema di dunia ini ?!!!??
Apakah aku pantas berada di dunia yang indah ini ??!!!???!
Dunia ini indah, sehingga terlalu banyak yang cinta dengan dunia ini. Semua hal di lakukan untuk mendapatkan keindahan dunia ini. Semua cara dan metode dilaksanakan untuk bisa merasakan nikmat dan indahnya dunia ini. Tetapi kenapa aku menangis ?!!!???! Semua cara ??!!?! Semua hal ??!!! Apakah ini perang ???!!! Apakah ini perjuangan ??!!!??? Akan datangkah perdamaian untuk duniaku ??!!!!?? Akankah merdeka seperti hari ini pada saat kemerdekaan Indonesia ??!!!?
Aku tidak pernah tahu kenapa aku tercebur kedalam dunia ini, bahkan pada hari ini banyak sekali kemurtadan dilakukan, dan sampai saat ini kemunafikan masih membelenggu duniaku. Hari bersejarah bangsaku ini, di umur yang setua ini, yang sudah memasuki masa pensiun yang sudah lama bagi abdi negara ini, aku....dan banyak mungkin dari semua gentayangan pasti merasakan kekecewaan akan kemerdekaan negeri ini.
Tahun ini dimana aku masih menghirup nikmat dunia yang katanya sedang memperingati hari kemerdekaan ternyata gentayangan muda ambon berperang tepat di acara penghormatan pembela murni, tak kala pelik wakil rakyat yang selalu berkata mewakili rakyat kecil ternyata malu dan merasa terhina karena protokoler salah meletakkan posisi tempat duduk pada jajaran sudra, patih ternyata juga merasa terhina duduk bersama dengan prajurit.
Apa ini...??!! Apa ini wujud penghormatan bangsa ??!! Apa ini yang namanya merdeka ??!! Tidak bolehkah sudra duduk bersama dengan brahma ?!? Tidak bolehkah fakir makan satu nampan dengan juragan ??!!? Dan haruskah aku menepi mendahulukan rombongan kereta kencana para petinggi yang digaji dan sama digaji oleh rakyatnya dan aku ketika sebagai rakyat ??!!!?
Pada hari ini yang digemborkan adalah kisah pejuang. Pejuang selalu identik dengan bala tentara, identik dengan angkatan yang diberi senjata. Dalam lukisan massa, setiap slide, setiap frame, setiap gambaran, dan setiap lembaran bercerita tentang perjuangan, baku hantam, tembak menembak, pukul memukul, bunuh membunuh, dan gempur menggempur. Aku berbicara aku munafik dan semua yang disebutkan sebelumnya akan menjadi penyakit munafik.
Entah yang kurasakan kehidupan tanpa kemunafikan saat ini ibarat hidup tanpa makan, dan memang kemunafikan manusia saat ini karena untuk mencari makan. Janji, sekedar janji, dan janji lagi. Sehingga apabila aku jadi gubernur aku akan memperjuangkan pendidikan dan kesehatan gratis, apabila aku jadi walikota aku akan mengusahakan agar kota kecilku menjadi kota dengan segala lini usaha jasa, basis sektor pertanian propinsi, dan dengan keindahan alam kota kecilku, aku akan menjadikannya kota para dewa dan dewi. Aku akan memperjuangkan.......aku akan mengusahakan......kata-kata bangsat dan penuh dengan intrik. Yah begitulah janji-janji merpati, setia-setia dusta, semalam dipasangkan dengan yang lain, esok telah jatuh cinta dengan yang lain. Jika ditanya kenapa hasil perjuangannya tidak berhasil ? Aku akan menjawab aku sudah memperjuangkan semuanya tetapi ternyata konsekuensi dari kebijakanku begitu rumit, sehingga komitmen awalku dipending dulu sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Apa hasil usahaku ? Aku akan menjawab, sekuat tenaga aku membangun sesuai dengan cita-cita khayalku, tetapi ketika khayalan itu hendak dicapai ternyata banyak sekali terjadi benturan-benturan yang tidak mendukungku, sehingga waktuku yang terbatas terasa teramat sempit, jadi tampaknya aku butuh tambahan waktu yang artinya pilihlah aku kembali untuk melanjutkan kemunafikanku.
Aku..........egoku..........sifatku.........
Aku adalah orang yang sangat licik, sehingga semua pikiranku sangat picik, aku tak perduli walau semua orang di dunia ini tercabik-cabik, aku hanya tahu kalau sifatkulah yang paling sok baik.
Di atas langit masih ada langit...pepatah nenek moyangku. Aku anggap itu pepatah paling kuno, jikalau berbicara aku pepatahku akan berkata....akan kuruntuhkan langit-langit itu, karena aku tidak suka apa bila ada yang derajatnya lebih tinggi dariku......
Enak saja orang-orang itu menginjakku apa bila dia masih berada diatasku, enak juga mereka meludahiku. Aku tidak akan pernah suka hal yang seperti itu, harusnya akulah yang menginjak-injak mereka, dan harusnya kau pulalah yang meludahi mereka. Aku akan menjadi orang yang paling bahagia apabila orang bersorak-sorai, aku akan menjadi orang yang paling bahagia apabila orang-orang tertawa ria, karena akulah yang lebih dulu menyoraki ketololan mereka, karena akulah yang lebih dulu mentertawai kebodohan mereka.
